«

»

Jan 31

Hal-hal yang Harus dihindari oleh Seorang Istri

االحمد لله القائل ومن أيته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة

والصلاة والسلام على  من قال تزوج ودود الوود فإني مكاتر بكم وعلى أله وأصحابه الذين هم أعلم وسداة به فى الأمة واشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن سيدنا محمد عبده ورسوله أما بعد فيا عبادالله أوصكم ونفس باتقواالله فقد فاز المتقون

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan isteri-isteri kita dari jenis kita sendiri supaya kita hidup tenteram bersamanya. Allah telah menyemaikan rasa cinta dan kasih sayang diantara pasangan suami isteri yang di dalamnya terkandung kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berfikir. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada pimpinan kita nabi Muhammad saw. Suami, bapak, kakek yang terbaik, yang memuji isteri shalehah dengan sabdanya الدنيا متاع وخير متاع الدنيا مرأة الصالحة  “Dunia itu kesenangan dan sebaik-baik kesenangan dunia itu ialah wanita shalihah“.

Perkawinan merupakan hubungan manusia yang paling istimewa, tanpa adanya hubungan ini kehidupan tidak akan berlanjut. Tatkala sunnah perkawinan berakhir kehidupan manusia pun berakhir atau setidaknya akan mendekati akhir kehidupan. Isteri sebagai bagian dari hubungan perkawinan mempunyai pengaruh yang besar, karenanya ia sering menjadi target jebakan dari berbagai aspek yang akan menyeretnya kepada kehancuran rumah tangga.

Aspek yang akan mengancam kehidupan rumah tangga yaitu nafsu manusiawi yaitu nafsu seorang isteri. Sengaja minggu ini membahas tentang isteri insya Allah bulan depan kalau ada kesempatan membahas lagi tentang suami.

Rasulullah saw bersabda :

رأيت النار فإذن اكثر أهلها النساء, قالت امرأة يا رسول الله ما بال النساء قال يكفرن قيل يكفرن الله قال يكفرن  العسير ويكفرن العنة لو أحسنت إلى أحد هن الدهر ثم رأت منك شيء قالت ما رأت منك خيراقط

“Saya melihat neraka ternyata penghuninya sebih banyak kaum wanita. Seorang wanita bertanya, “wahai Rasullah apa kesalahan mereka?” mereka kufur ? ditanyakan kembali. Mereka kufur kepada Allah? Rasulullah menjawab mereka mengkufuri pergaulan dan banyak mengumpat. Kalau saja kamu memberikan banyak kebaikan kepada salah seorang dari mereka sepanjang masa, lalu melihat dari kamu suatu kekurangan. Maka dia, wanita itu berkata aku tidak melihat kebaikan sedikitpun dari kamu.

Jadi  kebaikan yang banyak dari seorang suami itu habis oleh perbuatan suami yang  salah seketika. Rumah tangga berpuluh-puluh tahun habis suami dicaci maki hanya dalam suatu perbuatan  yang kurang bagus.

Setiap manusia akan ditimbang sesuai dengan kebaikan dan keburukannya. Oleh karena itu sungguh tidak adil apabila perempuan/isteri-isteri itu mengingkari kebaikan dan ketulusan suami yang telah diberikan suami kepadanya. Tidak dapat kita bayangkan bagaimana marah dan sedihnya suami ketika melihat isteri mengingkari kebaikan suami tatkala isteri itu marah. Apakah para isteri mengira Allah menerima perbuatanya, padahal para isteri telah berbuat buruk kepada suaminya dan membuat suaminya marah. Jabir bin Abdullah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

فلا تكن لايقبل الله صلاة والمرأة ساكطة عليها زوجها

Ada tiga kelompok manusia yang shalatnya tidak diterima oleh Allah diantaranya isteri yang suaminya marah kepadanya. (HR. Attabrani)

selanjutnya Abdullah bin Amru juga meriwayatkan hadits Rasulullah saw:

لاينظر الله لإمرأة التي لاتشكر إلى زوجها

Allah tidak akan melihat isteri yang tidak bersyukur kepada suaminya( HR. Al Hakim)

Perbuatan isteri menyakiti suami meskipun hanya satu ucapan akan menghalanginya mendampingi suami di syurga jika isteri tidak bertaubat taubatannashuha, bersedekah, memohon ampun kepada Allah. Inilah pembebasan isteri dari dosa besar, tidak bersyukur kepada suaminya.

Rasulullah saw telah menjelasakan masalah ini ketika keluar pada hari raya setelah shalat kemudian beliau pergi ke tempat shalat para wanita untuk berceramah mengingatkan para wanita kepada Allah. Rasulullah saw bersabda:

يا معشرالنساء تصدقن واكثر الإستغفار فإني رأيتكن أكثر أهل النار قيل فيم يا رسول الله قال تكثرن لأن وتكثرن العثير

wahai para wanita banyaklah bershadakah dan banyaknya beristighfar karena aku melihat mayoritas penghuni neraka adalah para wanita. Rasulullah saw ditanya, dengan sebab apa ya Rasulullah? Rasaulullah menjawab : kalian banyak mengumpat dan tidak bersyukur kepada suami.

Jadi sangat luar biasa penyakit mengumpat ini tidak hanya menjangkiti para wanita, laki-lakipun terkena.

Ketika itu Rasulullah saw bersama Bilal ra dan para wanita pada saat itu bersedekah dengan perhiasan mereka dan melemparkannya ke kain yang digelar oleh Bilal ra. Ini adalah respons secara langsung dari para sahabat wanita, mereka menginginkan kehidupan akherat dan berusaha untuk memasuki syurga.

Kita berharap jika hawa nafsu pada isteri itu membujuknya untuk menyakiti suami meskipun dengan ucapan atau menyakiti perasaan suami hendaknya para isteri mengingat hadits Rasulullah saw berikut ini: “tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia kecuali isterinya yang berasal dari bidadari berkata: janganlah kamu menyakitinya Allah akan mengutukmu karena menyakitinya sebuah faktor yang  nyaris memisahkan kamu dari kami nanti.”

Bapaknya para nabi, nabi Ibrahim as memandang bahwa ridhanya seorang isteri dengan kehidupannya bersama suami dan bersyukur kepadanya merupakan sarat kelanggengan sebuah perkawinan dan ketidakpuasan isteri terhadap kehidupannya bersama suami serta tidak bersyukur kepadanya menjadi sebab kehancuran perkawinan karena wanita yang bersifat seperti itu tidak layak menjadi seorang isteri.

Hawa nafsu yang kedua yang hendaknya dikendalikan oleh isteri ialah meminta cerai tanpa sebab. Isteri hendaknya tidak gegabah meminta cerai ketika marah atau ada percekcokan dengan suami. Perkawinan merupakan ikatan yang suci dan perjanjian yang luhur maka tidak sepatutnya memutuskan ikatannya dengan mudah karena kehancuran sebuah perkawinan pada hakikatnya menghancurkan sendi-sendi keluarga dalam masyarakat. Sementara keluarga adalah salah satu pilar dalam masyarakat. Banyaknya perceraian berarti membantu menghancurkan kekuatan masayarakat, melemahkan kekuatan dan kesolidannya.

Rasulullah saw memperingatkan isteri yang meminta cerai tanpa alasan yang benar, kuat dan jelas. Sabdanya:

أيماامرأة سألت زوجها الطلق من غير باغ فحرم عليها رائحة الجنة

siapapun wanita yang meminta cerai suaminya tanpa alasan maka haram atas wanita tersebut baunya syurga.

Rasulullah saw juga melarang seorang isteri meminta khulu’ yaitu permintaan cerai seorang isteri terhadap suaminya dengan mengembalikan maskawinnya tanpa alasan yang kuat. Beliau meletakkan sifat munafik pada wanita yang melakukan khulu’. Sabda beliau:

المختلعات هن المناقات

wanita-wanita yang meminta cerai mereka adalah orang-orang munafik.

Hendaknya seorang isteri memiliki nurani yang bening, beriman kepada Allah, merespon setiap keadaan sesuai dengan porsinya. Tidak meminta cerai (khulu’) untuk meraih sesuatu yang diinginkannya serta mampu mengorbankan keinginan pribadinya demi masa depan  keluarga dan mencegah terlantarnya anak-anak.

Nafsu yang ketiga yang hendaknya dikendalikan oleh seorang isteri ialah memasukan seseorang yang tidak disukai suaminya ke dalam rumah.  ولاتأذن في بيته إلا بإذنه dan janganlah isteri itu mengizinkan orang lain masuk ke dalam rumah kecuali dengan izin suaminya. Ini berarti seorang isteri tidak boleh mempersilahkan seseorang masuk ke dalam rumah kecuali dengan seizin suaminya. Jika suami tidak menyukai seseorang masuk ke dalam rumahnya maka wajib atas isteri melaksanakan perintah suami tidak memasukan orang tersebut ketika suaminya tidak ada dirumah.

Larangan ini tidak terbatas hanya untuk seorang laki-laki yang tidak ada hubungan kerabat dengan isteri, akan tetapi hadis ini juga mencakup larangan memasukan kerabat, mahar atau teman-teman wanita yang tidak disukai suaminya. Hal ini didasarkan kepada kemungkinan orang-orang yang tidak disukai suami masuk ke rumahnya bermaksud merusak kehidupan suami isteri lalu dia memancing kemarahan isteri kepada suaminya dan berusaha menimbulkan fitnah diantara keduanya.

Aspek ke empat dari hawa nafsu yang harus dikendalikan isteri ialah mendeskripsikan atau menggambarkan wanita lain sehingga seakan-akan suaminya melihat. Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabada  janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu dia menggambarkan teman wanitanya itu kepada suaminya sehingga  seakan-akan suminya melihatnya (HR. Bukhari).

Memberikan gambaran seperti ini mengandung dampak negatif bagi suami baik memberikan gambaran secara fisik dan ini betul-betul diharamkan dan gambaran mendetail tentang sifat dn perasaan karena menggambarkan seperti ini kadang dapat membuat suami terpesona dengan wanita yang diceritakan isterinya itu. Alamah bin jauzi berkata dalam buku Ahkamunnisa ketahuilah dalam menggambarkan wanita lain hingga seakan-akan suaminya melihat itu dilarang karena jika seorang lelaki mendengar cerita dengan gambaran seorang wanita akan terusik hasratnya, hatinya bergetar, dan jiwanya ingin sekali mendapatkan objek yang diceritakan dengan baik tersebut. Semoga kita semua diberi kekuatan iman untuk mengendalikan hawa nafsu yang akan menghancurkan rumah tangga kita.amin

ربنا لاتأخذنا إنا سينا أوأخطأنا ربنا ولاتحمل علينا إسرا كما حملته على الذين من قبلنا ربنا ولاتحاملنا مالاطاقة لنا به واعف عنا واغفرلنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين ربنا أتنا في الدنيا حسنة وفي الأخرة حسنة وقنا عذاب النار سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

االحمد لله القائل ومن أيته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة

Oleh, Prof. Dr. H. A. Juntika Nurihsan, M.Pd.

m4s0n501

2 comments

  1. sonyw

    Penjelasan yg sangat ok banget gan :)

  2. Iwan

    Mau bertanya nih Prof. Nurihsan: apa ada dalil yang menyebutkan bahwa seorang istri dilarang untuk membuka dompet seorang suami tanpa izin???
    Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>