Jan 16

Bergaul dengan Orangtua (Ibu)

Pertanyaan :

Pak ustadz bagaimana dengan seorang ibu yang selalu membanding-bandingkan anak-anaknya yang satu dengan yang lainnya, anaknya yang satu ini hidupnya sangat jauh di bawah kehidupan saudara-saudaranya… dan bagaimana ibu yang selalu mengungkit-ungkit pemberiannya, sifat sombong dan tidak mau mengalah dengan siapapun. Kadang saya sering menahan emosi tapi kadang emosi tidak bisa dikendalikan akhirnya saya melawan, setelah itu saya selalu menyesal pada akhirnya. Saya sering meminta maaf pada ibu saya tapi sepertinya ibu saya tidak pernah membukakan pintu maafnya untuk saya.

 

Jawaban:

  1. Pertanyaannya seperti satu tapi nyatanya banyak, maka jawabannya juga bukan satu.
  2. Ibu yang suka membanding-bandingkan harta, penghasilan, pangkat, gelar, kedudukan, kecantikan fisik badan antara anak yang satu dengan yang lainnya untuk mendidik, mendorong, memberi semangat bukan untuk kesombongan ya bagus-bagus saja, tapi kalau untuk takabur dan gila dunia pasti itu tidak baik.
  3. Mengungkit-ungkit pemberian tidak boleh, sebab bisa membuat sakit hati yang diberi dan membuat rusaknya amal yang memberi.
  4. Sifat sombong itu milik Allah, manusia sehebat apapun tidak berhak untuk sombong, karena di atas yang pintar, yang kaya, yang gagah dll masih ada yang di atasnya lagi, yaitu manusia yang lain. Apalagi Allah SWT. Pasti yang paling atas dan paling sombong.
  5. Tidak mau mengalah dalam arti negatif pasti salah, tapi dalam arti positif seperti untuk berusaha bangkit untuk kebenaran pasti bagus.
  6. Menahan emosi itu bagus, tidak bisa mengendalikan emosi itu salah, apalagi yang dilawan itu ibu kita sendiri tidak boleh, sebab pembawa emosi itu nafsu dan nafsu melawan orang tua itu didorong oleh setan.
  7. Menyesal karena telah melawan ibu kita sendiri itu bagus dan harus, bahkan jangan pernah memarahinya, terhadap ibu bapak kita, harus hormat walaupun beda agama.
  8. Kalau sudah meminta maaf kepada siapapun sudah bagus dan cukup, walaupun yang diminta tidak atau belum memberi maaf. Allah akan memaafkannya.

Wallahu’alam bishshowab

 

Bersama: Ust. H. Dudung Rahmat Hidayat