Category Archive: Islam Kontemporer

Jun 12

Puasa Membentuk Manusia Kaffah

Bagaimanapun, kita wajib bersyukur kepada Allah swt. Karena atas anugerah kasih sayang-Nya jualah yang telah menurunkan kitab suci Alquran al-Karim kepada umat manusia melalui utusan-Nya yang terakhir, nabi Muhammad saw. Alquran yang diterima oleh Muhammad saw 15 abad silam merupakan mu’jizat terbesarnya yang sampai secara konkret kepada kita sekarang. Fungsi utamanya adalah hudan lil al-nas, …

Continue reading »

Mar 04

Semangat Ibadah

Allah SWT telah menjelaskan kepada kita semua bahwa misi utama kita diciptakan oleh Allah SWT tidak lain agar kita ibadah kepada Allah, mengesakan Allah, menyembah Allah. Rasulullah Muhammad saw dari hadits qudsi dari Allah SWT juga menjelaskan misi utama penciptaan kita diantaranya agar kita banyak dzikir kepada Allah. Dalam realita kehidupan, saat ibadah kepada Allah, …

Continue reading »

Feb 26

Konsep Ta’lim dalam Al Qur’an

Belajar atau membelajarkan, merupakan bagian tugas pokok kerasulan. Suatu waktu Rasulullah saw keluar dari rumah kemudian masuk masjid, didapatinya di mesjid ada dua kelompok sahabat. Satu kelompok sedang berdzikir dan membaca Quran, dan kelompok lain ada yang sedang belajar serta ada yang sedang mengajar. Rasulullah mengomentari kedua kelompok itu, kedua kelompok itu sedang melakukan kebaikan, …

Continue reading »

Feb 19

Pengalaman Ruhaniah Melalui Panggilan Shalat Jum’at

Di masjid, kita akan merasakan suasana yang berbeda dengan di luar masjid. Kita akan menemukan kembali jati diri kita sebagai Mu’min. Sebelum shalat, kita amati sesama ikhwatu iman yang beragam dalam mendekatkan diri kepada Allah. Ada yang khusyu membaca dan mengkaji al-Quran, ada pula yang tekun dzikir kepada Allah, menghisab diri sebelum dihisab Allah SWT. …

Continue reading »

Sep 17

Membangun Karakter Bangsa Melalui Esensi Haji Mabrur

Para pembaca yang budiman, Kali ini mari kita bersama mengkaji Membangun Karakter Bangsa Melalui Esensi Haji Mabrur. Pepatah lama mengatakan, ”We lose our character, we lose everything. Kita kehilangan karakter berarti kita kehilangan segalanya. Hal ini berarti kita kehilangan pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, dan pemeliharaan hal yang baik. Hal tersebut …

Continue reading »

Older posts «