«

»

Mar 20

Komponen Mewujudkan Kampus Ilmiah, Edukatif dan Religius

Universitas Pendidikan Indonesia memiliki moto Ilmiah, Edukatif dan Religius. Bagaimana menciptakan suasana kampus ilmiah, edukatif dan religius ini bagaikan seperti di taman surga? Berdasarkan analisis perspektif agama, nilai-nilai ilahiyah dan nilai sosial budaya, maka untuk bisa mewujudkan kampus ilmiah, edukatif dan religius ini seperti taman surga, sekurang-kurangnya harus ada lima komponen yang terpadu. Apa lima komponen itu?
Yang pertama adalah “Imamun ‘adilun (A’dlul Umaro)”, memiliki pemimpin yang adil. Pemimpin yang adil sekurang-kurangnya mampu melaksanakan empat tugas dan fungsinya. Seperti yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah saw dan sudah terbukti digambarkan dalam Al Quran, menjadi umat terbaik. Empat tugas dan fungsi kepemimpinan tersebut adalah:

  1. Leading sebagai pelopor. Setiap pimpinan mestinya harus mampu menjadi pelopor di dalam masing-masing unit yang dipimpinnya untuk mewujudkan visi dan misi lembaga yang kita cintai ini.
  2. Empowering, memberdayakan SDM yang kompeten, sebab kalau tidak, sesuai dengan sabda Rasulullah saw : jika sesuatu pekerjaan diberikan kepada yang bukan ahlinyanya, yang tidak kompeten, maka tinggal tunggu kehancurannya.
  3. Aligning, penyelarasan. Seorang pemimpin tidak boleh cepat langsung menerima begitu saja tatkala ada informasi, konfirmasi, isu-isu yang tidak masuk naluri yang jernih atau tidak masuk akal yang sehat. Maka wajib untuk menyelaraskan konfirmasi itu kepada yang bersangkutan. Sebab kaum fasik, kaum munafik, kaum dzolim itu tidak akan senang kalau suatu lembaga itu maju, suatu peradaban kita di kampus ilmiah, edukatif dan religius ini untuk lebih baik. Akan selalu mengganggu, akan selalu merong-rong dan akan berupaya untuk menghancurkannya.
  4. Modeling (uswah hasanah), bagaimana seorang pemimpin itu harus mampu memberikan contoh yang baik bagi anggota yang dipimpinnya. Segala aspek mestinya harus menjaadi contoh, menjadi tauladan yang baik.

Komponen yang kedua adalah ilmul ulama, ilmunya para cerdik cendekia yang alim. Para cerdik cendekia yang alim di UPI ini mestinya memberikan pencerahan, memberikan dakwah, mengajak kepada yang lain untuk bisa meluruskan, memberikan pencerahan yang sehat, bagaimana upaya-upaya yang harus dilakukan untuk bisa lebih maju lembaga ini, bukan untuk menyampaikan berita fitnah dan menyampaikan provokasi karena hati yang penuh iri dengki.

Komponen yang ketiga adalah “Alamanah At-tujaar” pengusaha, usaha yang amanah, yang baik. Kita sudah mempunyai badan usaha Universitas. Hendaklah mengusahakan usaha-usaha yang halal, baik, jangan menciptakan usaha-usaha walaupun dapat hasilnya yang lebih banyak tetapi mendatangkan kemudhorotan dan laknat dari Allah SWT, hendaklah hal itu dihindarkan. Usaha perlu, tetapi bagaimana usaha itu yang bisa diridhoi oleh Allah SWT.

Yang keempat yaitu “ibadatul ibaad“, civitas akademikanya ahli ibadah. Jadi apabila civitas akademikanya ahli ibadah, ketika waktu ibadah tiba tidak ada aktivitas lain. Semuanya serempak melaksanakan ibadah seperti halnya melaksanakan ibadah Jum’at.

Yang kelima adalah pegawai yang unggul, karyawan-karyawan yang excellent. Apa indikatornya pegawai dan karyawan yang excellent? Maka pegawai yang unggul harus terhindar dari beberapa penyakit sebagai berikut.

  1. Penyakit kudis, apa penyakit kudis? Kurang disiplin.
  2. Penyakit asma, apa itu asma? Asma adalah asal mengisi absen.
  3. Penyakit TBC. Tidak bisa mampu berkomunikasi dengan baik dengan sesama maupun pimpinan.
  4. Penyakit kram. Kurang terampil. Oleh karena itu, supaya terampil maka sebagai pimpinan hendaklah memberikan ilmu, memberikan keterampilan kepada para pegawainya supaya dia memiliki keterampilan yang memadai untuk melakukan pekerjaannya.
  5. Penyakit asam urat, apa itu asam urat? Asal sampai ke kantor, kemudian dia terus uring-uringan atau tidur-tiduran, pekerjaan dibiarkan begitu saja.
  6. Penyakit ginjal, apa itu penyakit ginjal? Gaji ingin naik terus tapi pekerjaan dilalaikan.
  7. Penyakit Flu, apa itu penyakit flu? Tatkala ada pekerjaan yang harus dilayani, dia terus facebookan melulu.
  8. Penyakit kutil. Kurang teliti, padahal sudah tahun 2016, mengetik masih 2014. Nah ini hal-hal yang harus dihindari oleh para pegawai, para karyawan yang unggul.
  9. Penyakit kurap, apa itu kurap? Korupsi dan rampok. Kesempatan-kesempatan peluang itu dijadikan untuk memperkaya diri, untuk senang sendiri/komunitasnya sendiri tanpa memperhatikan hak-hak yang lain.
  10. Penyakit jantung, apa itu penyakit jantung? Dalam kegiatan jarang nampak, tidak mau melakukannya tetapi untung ingin terus meraihnya. 

Itulah penyakit-penyakit yang harus dihindari oleh para pegawai, para karyawan yang mempunyai keunggulan. Mudah-mudahan dengan ini, kita muhasabah binafsih, introspeksi terhadap diri kita masing-masing.

 

Oleh, Dr. Edi Suresman, M.Ag.