Bisa jadi ada dari saudara kita yang dahulunya istiqamah di jalan hijrah dan dakwah. Dahulunya bersemangat akan agama, amal shalih dan memberi manfaat bagi sesama. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu ia hilang dari peredaran hijrah dan dakwah. Seolah-olah gugur sebelum waktunya dan mengingatkan kita pada ayat yang menjelaskan kerasnya hari seiring berjalannya waktu akibat fitnah… Continue Reading Berguguran di Jalan Hijrah dan Dakwah
Category: Artikel
Dec 01
Dua Syarat Amal Shalih
Semua bentuk ibadah baik lahir maupun batin harus memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas dan mutaba’ah (sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). Sehingga setiap amalan yang tidak ikhlas untuk mencari wajah Allah maka itu adalah batil. Demikian pula setiap amalan yang tidak sesuai dengan ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam maka tertolak. Amalan yang memenuhi kedua syarat inilah yang diterima… Continue Reading Dua Syarat Amal Shalih
Oct 30
Memaafkan itu tidak Selalu Lebih Utama
Memaafkan orang lain memang merupakan akhlak yang mulia. Namun tidak selamanya memaafkan itu lebih baik dan lebih utama. Adakalanya yang lebih baik adalah memberi hukuman dan tidak memaafkan. Di antara akhlak yang mulia adalah seseorang memaafkan orang yang berbuat zalim kepadanya. Allah ta’ala berfirman, الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ… Continue Reading Memaafkan itu tidak Selalu Lebih Utama
Oct 28
Musibah itu Ujian Atau Adzab?
Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh sebagian kaum muslimin ketika tertimpa musibah. Mereka bertanya, “Apakah musikbah ini ujian yang dapat meningkatkan derajat, ataukah adzab atas dosa-dosa selama ini?” Jawabannya adalah memastikan, secara umum kita tidak bisa dengan benar-benar pasti bahwa apa yang Allah Ta’ala turunkan ini merupakan ujian yang meningkatkan derajat atau azab akibat dosa-dosa kita. Akan tetapi, kita… Continue Reading Musibah itu Ujian Atau Adzab?
Oct 28
Maksud Perintah “Sering Mengingat Kematian
Salah kaprah dalam mengingat kematian Sebagian kaum muslimin bisa jadi salah paham dengan maksud hadits “perbanyaklah mengingat kematian.” Ketika mendengar hadis ini, mereka langsung mengira bahwa mereka diperintahkan untuk mengingat hal-hal yang mengerikan dan seram. Misalnya, “Keluargamu akan terlantar.” “Anakmu akan menjadi yatim, istrimu akan menjadi janda.” “Engkau akan mati dengan ngerinya sakaratul maut.” “Engkau… Continue Reading Maksud Perintah “Sering Mengingat Kematian