Pada suatu waktu, diceritakan dalam satu kisah saat khalifah Umar bin Khaab memerintah kekhalifahan Islam sebagai khalifah kedua. Kebetulan di tanah Arab pada saat itu suasana sangat terik, mungkin panasnya mencapai di atas rata-rata dibanding hari-hari biasanya, sehingga Umar selaku khalifah pada saat itu merasa sangat kehausan dan ia merasakan tenggorokannya sangat kering. Tidak lama… Continue Reading Tiga Tipe Motivasi Beribadah
Category: Oase Iman
Dec 18
Membangun Jiwa untuk Menangkal Sifat-Sifat Duniawi
Membangun jiwa pada hakekatnya adalah prioritas yang semestinya kita dahulukan daripada membangun raga atau badan kita. Wage Rudolf Soepratman dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya mengatakan : bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya. Dalam sudut pandang yang lain, terdapat lima prinsip pencanangan syariat islamiyah yang biasa disebut dengan “maqoshid al-syariah al khams” yaitu memelihara dan… Continue Reading Membangun Jiwa untuk Menangkal Sifat-Sifat Duniawi
Dec 04
Hati – Hatilah dengan Dunia
Rasulullah saw dalam salah satu khutbah yang panjang yang dimuat dalam kitab Khuthaburrasul dan kitab Mukhtarul Ahadits beliau bersabda; “ Amma ba’du ; Sesungguhnya dunia ini hijau dan manis, dan sesungguhnya Allah menjadikan kamu sekalian pengelolanya, maka Allah selalu melihat bagaimana kamu sekalian bekerja. Jaga dan hati-hatilah dengan dunia, jaga dan hati-hatilah dengan wanita, karena… Continue Reading Hati – Hatilah dengan Dunia
Nov 13
Tunaikan Kewajiban Kita Kepada Orang Tua
Para pembaca yang budiman dimanapun anda berada, ketahuilah, bahwa kewajiban paling besar yang harus ditunaikan oleh seorang hamba setelah kewajibannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya adalah kewajiban dalam memenuhi hak orangtua. Hal ini sebagaimana dalam firman Allah Subhana wa Ta’ala, “Beribadahlah kalian kepada Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun dan berbuat baiklah… Continue Reading Tunaikan Kewajiban Kita Kepada Orang Tua
Oct 30
Meneladani Pemberi Kasih Yang Maha Kasih
Telah mafhum di kalangan ahli tafsir, kata ar-rahman dipahami sebagai pemberian cinta kasih-Nya secara universal tanpa pandang bulu. Kulit hitam, putih, sawo matang, orang kaya, miskin, sederhana, jahat, baik, umat Muslim, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha, ateis, atau yang lainnya sama-sama terkena curah kasih-Nya. Tapi kata mereka (ahli tafsir) itu semua hanya dapat dirasakan pada saat… Continue Reading Meneladani Pemberi Kasih Yang Maha Kasih